KET:
T: Titin (istri Sumardi yang juga pasangan
penganten baru)
S: Sumardi (suami Titin yang juga pasangan
baru)
N: Nyimas Kuning ( penunggu curug
penganten)
R: Raden Guntur (suami Nyimas Kuning)
Pada
zaman dahulu hiduplah sepasang pengantin baru sebut saja mereka Sumardi dan
Titin. Konon , pengantin tersebut gemar mandi pada malam hari. Siang itu mereka
telah menyiapkan perlengkapan untuk mandi di air terjun yang tak jauh dari
tempat tinggalnya.biasanya mereka mandi sambil membawa kembang , mungkin
maksudnya agar tubuh mereka menjadi harum setelah mandi diair terjun.
Pagi
hari didepan rumah Sumardi dan Titin
T : (terdiam sejenak) kang apakah
nanti malam kita akan mandi seperti biasanya ? (sambil menatap ke arah curug)
S : tentu nyi , memang kenapa ? tidak
biasanya nyi bertanya seperti itu ?
T : entahlah kang , aku hanya sekedar
ingin bertanya.
S : kau kenapa nyi ?
T : semalam aku bermimpi kang.
S : mimpi ? nyi bermimpi apa tadi
malam ?
T : aku didatangi oleh sepasang suami
istri yang menyatakan mereka adalah penghuni tempat dimana kita biasa mandi.
S : lau meraka berbicara apa lagi nyi
?
T : mereka juga mengatakan senang
dengan wewangian yang sering kita gunakan mandi.
S : lantas karena mimpi itu nyi
menanyakan apakah kita akan mandi disana malam ini ?
T : betul kang , aku sangat senang
berbincang dengan mereka. Meraka nampak baik dan bersahabat.
S : haha. Nyi ini ada ada saja mana
mungkin kita bersahabat dengan mereka yang bangsa jin sedangkan kita bangsa
manusia.
Menjelang malam , seperti biasa Titin
dan Sumardi mandi di curug itu tanpa rasa takut sedikitpun dihati mereka.
Tiba-tiba terdengar suara ang memanggil mereka.
R : hai… Titin … Sumardi…
T : kang , suara apa itu ? apa akang
mendengarnya juga ?
S : sambil mengamati ) iya nyi. Akang
mendengar suara itu , sepertinya suara itu memanggil kita.
T : tapi … siapa akang ? ini sudah malam hari , mana mungkin ada orang
selain kita berdua ada dicurug ini.
Tiba-tiba angin berhembus kencang
mereka menatap ke arah air terjun itu. Kemudian , muncullah Raden Guntur dan
Nyimas Kuning dari dalam air terjun.
N : kami yang memanggilmu Titin.
T : siapa gerangan berada disini ?
R : kami adalah penghuni air terjun
ini, aku adalah Raden gunte dan istriku nyimas Kuning.
T:
apa yang Raden inginkan dari kami ?
R : perlu kalian ketahui dialam kami
curug ini adalah bagian dari istana kami dan kalian telah lancang setiap hari
mandi disini.
S : maafkan kami Raden, kami brjanji
akan menuruti keinginan Raden dan Nyimas.
N : begini , kami meminta sesajen
setiap malam kliwon. Letakan sesajen itu ditempat biasa kalian mandi.
R : ya benar yang dikatakan istriku.
Anggap saja itu sebagian imbalan Karen kalian sering mandi disini.
S : baik Raden. Saya akan melakukan
sesuai dengan keinginan Raden dan Nyimas.
Setelah beberapa minggu
berlalu dua pasangan tesebut mengikuti keinginan kedua pasangan penunggu curug
tersebut , mereka merasa memiliki ikatan dengan penghuni tersebut bahkan Raden
dan Nyimas sering berbincang secra langsung dengan kedua pasangan baru
tersebut. Siang hari di rumah Sumardi dan Titin , Titin mengutarakan
keinginannya untuk tinggal bersama Raden dan Nyimas dialam gaib.
T : kang , andaikan mereka mengajak
kita kea lam gaib menurut akang bagaimana ?
S : mereka ?
T : iya mereka , Raden dan Nyimas.
S : apa maksud nyi ?
T : mereka sahabat kita bukan ?
S : lalu ?
T : bagaimana jika suatu saat mereka
mengajak kita pergi ke alam gaib ? sudikah akang ?
S : nyi ini aneh aneh saja. Mengapa
tiba-tiba berbicara seperti itu ?
T : apakah akang tidak berkeinginan
untuk hidup berkecukupan ?
S : bicara apa nyi ini ?
T : nyi ingin kehidupan yang mewah
dan nyi ingin kita tinggal di istana Raden dan
Nyimas .
S : nyi yakin dengan ucapan nyi ?
T : sangat yakin kang , bukankah jika
kita dialam gaib akan memiliki umur beribu –ribu tahun dengan begitu kita akan
selalu bersama kang.
S : tapi nyi … mereka berbeda dengan
kita.
T : apa yang menjadikan kita berbeda
dengan mereka kkang ?
S : mereka dari bangsa gaib jelas
berbeda dengan kita nyi.
T : tapi mereka sahabat kita akang.
S : memang… tetapi nyi ? hm sudahlah
nyi.
S : sebenernya akang tahu itu , akang
pun memiliki pemikiran yang sama dengan nyi karena sejak dulu akang tidak ingin
hidup yang seperti ini-ini saja nyi.
T : lalu ? tunggu apa lagi akang ?
T : sudahlah kang , jika akang
mencintai nyi , ikutlah dengan nyi untuk tinggal di istana Raden Guntur tapi
jika akang tidak bersedia untuk tinggal dengan mereka lebih baik kita berpisah
kang biarkan nyi tinggal bersama mereka.
S : baiklah nyi jika itu keinginan
nyi , akang akan memenuhinya.
T : kalau begitu tunggu apalagi kang
? sebaiknya kita utarakan keinginan kita kepada Raden Guntur dan nyimas Kuning.
S : baiklah nyi , akang akan mengutarakan
keinginan kita kepada Raden Guntur.
Malam harinya sumardi dan titin
berniat untuk mengutamakan keinginan mereka untuk tinggal di istana Raden
Guntur. Mereka menuju ke air terjun kemudia duduk dibatu besar dan meletakkan
sesajen yang mereka bawa.
S : wahai nyimas dan radden penguasa
alam gab ditempat ini. Datanglah kepada kami ! ini sesajen seperti yang kalian
minta telah kami sediakan secukupnya ! datanglah ! datanglah
R : hai Sumardi , kami telah datang memenuhi panggilanmmu
R : benar apa yang dikatakan istrimu
, sebaliknya kliabn ikut tinggal di istana kami.
N : ya , kami akan memberikan jabatan
dan harta untuk kalian.
S : apa Raden dan Nyimas mendengar
percakapan kami tadi siang ?
N : benar Sumardi , kami mendengar
semua yang kalian bicarakan .
R : jadi bagaimana keputusan kalian.
S : iya raden kami udah memutuskan
untuk tinggal bersama dengan raden dengan nyimas.
N : baiklah jika itu keputusan kalian
pegang tangan kami.
Dengan hilangnya sumardi dan titin
keluarganya sangat cemas. Akhirnya keluarga sumardi dan titin meminta
pertolongan kepada orang pinter.
Keluarga sumardi dan titin menceritakan
semua kejadian yang menimpa sumardi dan titin. Sementara itu orang pinter itu
memejamkan mata mencoba untuk mengadakan hubungan dengan penghuni di air
terjun, tidaklah lama tubuh orang pinter itu bergerak hebat. Selanjutnnya
terjadilah dialog antara orang pinter dengan penguasa alam gaib di air terjun
itu.
R : ada apa kalian memanggilku ?
OR : kembalikan sumardi dan titin. !
kembalikan anak kami.
Kemudian terdengar suara sumardi dan
titin dari jasad orang pinter itu.
S : maaf bu , saya tidak ingin pulang
, saya tidak ingin pulang . saya betah disini .
T : benar bu , rakyatnya disini
sangat aman dan makmur. Kami berkecukupan disini. Jika ibu ingin seperti kami
ikutlah dengan kami bu !
N : kalian dengar , mereka yang
menginginkan untuk tinggal bersama kami bukan kami yang memaksa mereka.
R : relakan saja sumardi dan titin ,
mereka tidak akan pernah kembali bisa kembali kea lam manusia . mulai saat ini
sebutlah tempat ini dengan sebutan CURUG PENGATEN sebagai Tanda pengingat kalian dengan sumardi
dan titin dan rawatlah tempat ini akau akan membimbing kalian.
Seketika suara itu mwenghilang.
Kemudia orng pintar sadar dari proses meidtasi tersebut.
O : mereka tidak dapat kembali kea
lam manusia karena mereka telah memakan makanan dari alam gaib. Sudahlah pasrahkan
saja kepada Yang Maha Kuasa , mereka hanya berpesan kepadaku gar sejak saat ini
menyebutkan agar sejak saat ini menyebutnya
air terjun itu dengan sebutan CURUG PENGANTEN.
Semenjak itu warga sekitar
percaya jika titin dan sumardi diutus untuk merawat air terjun tersebuut yang
sekarang sering disebut
CURUG PENGANTEN PUTRI.
No comments:
Post a Comment