Total Pageviews

Wednesday, 20 February 2013

CURUG PENGANTEN


KET:
T: Titin (istri Sumardi yang juga pasangan penganten baru)
S: Sumardi (suami Titin yang juga pasangan baru)
N: Nyimas Kuning ( penunggu curug penganten)
R: Raden Guntur (suami Nyimas Kuning)
Pada zaman dahulu hiduplah sepasang pengantin baru sebut saja mereka Sumardi dan Titin. Konon , pengantin tersebut gemar mandi pada malam hari. Siang itu mereka telah menyiapkan perlengkapan untuk mandi di air terjun yang tak jauh dari tempat tinggalnya.biasanya mereka mandi sambil membawa kembang , mungkin maksudnya agar tubuh mereka menjadi harum setelah mandi diair terjun.
Pagi hari didepan rumah Sumardi dan Titin
T : (terdiam sejenak) kang apakah nanti malam kita akan mandi seperti biasanya ? (sambil menatap ke arah curug)
S : tentu nyi , memang kenapa ? tidak biasanya nyi bertanya seperti itu ?
T : entahlah kang , aku hanya sekedar ingin bertanya.
S : kau kenapa nyi ?
T : semalam aku bermimpi kang.
S : mimpi ? nyi bermimpi apa tadi malam ?
T : aku didatangi oleh sepasang suami istri yang menyatakan mereka adalah penghuni tempat dimana kita biasa mandi.
S : lau meraka berbicara apa lagi nyi ?
T : mereka juga mengatakan senang dengan wewangian yang sering kita gunakan mandi.
S : lantas karena mimpi itu nyi menanyakan apakah kita akan mandi disana malam ini ?
T : betul kang , aku sangat senang berbincang dengan mereka. Meraka nampak baik dan bersahabat.
S : haha. Nyi ini ada ada saja mana mungkin kita bersahabat dengan mereka yang bangsa jin sedangkan kita bangsa manusia.
Menjelang malam , seperti biasa Titin dan Sumardi mandi di curug itu tanpa rasa takut sedikitpun dihati mereka. Tiba-tiba terdengar suara ang memanggil mereka.
R : hai… Titin … Sumardi…
T : kang , suara apa itu ? apa akang mendengarnya juga ?
S : sambil mengamati ) iya nyi. Akang mendengar suara itu , sepertinya suara itu memanggil kita.
T : tapi … siapa akang ?  ini sudah malam hari , mana mungkin ada orang selain kita berdua ada dicurug ini.
Tiba-tiba angin berhembus kencang mereka menatap ke arah air terjun itu. Kemudian , muncullah Raden Guntur dan Nyimas Kuning dari dalam air terjun.
N : kami yang memanggilmu Titin.
T : siapa gerangan berada disini ?
R : kami adalah penghuni air terjun ini, aku adalah Raden gunte dan istriku nyimas Kuning.
T:  apa yang Raden inginkan dari kami ?
R : perlu kalian ketahui dialam kami curug ini adalah bagian dari istana kami dan kalian telah lancang setiap hari mandi disini.
S : maafkan kami Raden, kami brjanji akan menuruti keinginan Raden dan Nyimas.
N : begini , kami meminta sesajen setiap malam kliwon. Letakan sesajen itu ditempat biasa kalian mandi.
R : ya benar yang dikatakan istriku. Anggap saja itu sebagian imbalan Karen kalian sering mandi disini.
S : baik Raden. Saya akan melakukan sesuai dengan keinginan Raden dan Nyimas.
Setelah beberapa minggu berlalu dua pasangan tesebut mengikuti keinginan kedua pasangan penunggu curug tersebut , mereka merasa memiliki ikatan dengan penghuni tersebut bahkan Raden dan Nyimas sering berbincang secra langsung dengan kedua pasangan baru tersebut. Siang hari di rumah Sumardi dan Titin , Titin mengutarakan keinginannya untuk tinggal bersama Raden dan Nyimas dialam gaib.
T : kang , andaikan mereka mengajak kita kea lam gaib menurut akang bagaimana ?
S : mereka ?
T : iya mereka , Raden dan Nyimas.
S : apa maksud nyi ?
T : mereka sahabat kita bukan ?
S : lalu ?
T : bagaimana jika suatu saat mereka mengajak kita pergi ke alam gaib ? sudikah akang ?
S : nyi ini aneh aneh saja. Mengapa tiba-tiba berbicara seperti itu ?
T : apakah akang tidak berkeinginan untuk hidup berkecukupan ?
S : bicara apa nyi ini ?
T : nyi ingin kehidupan yang mewah dan nyi ingin kita tinggal di istana Raden dan  Nyimas .
S : nyi yakin dengan ucapan nyi ?
T : sangat yakin kang , bukankah jika kita dialam gaib akan memiliki umur beribu –ribu tahun dengan begitu kita akan selalu bersama kang.
S : tapi nyi … mereka berbeda dengan kita.
T : apa yang menjadikan kita berbeda dengan mereka kkang ?
S : mereka dari bangsa gaib jelas berbeda dengan kita nyi.
T : tapi mereka sahabat kita akang.
S : memang… tetapi nyi ? hm sudahlah nyi.
S : sebenernya akang tahu itu , akang pun memiliki pemikiran yang sama dengan nyi karena sejak dulu akang tidak ingin hidup yang seperti ini-ini saja nyi.
T : lalu ? tunggu apa lagi akang ?
T : sudahlah kang , jika akang mencintai nyi , ikutlah dengan nyi untuk tinggal di istana Raden Guntur tapi jika akang tidak bersedia untuk tinggal dengan mereka lebih baik kita berpisah kang biarkan nyi tinggal bersama mereka.
S : baiklah nyi jika itu keinginan nyi , akang akan memenuhinya.
T : kalau begitu tunggu apalagi kang ? sebaiknya kita utarakan keinginan kita kepada Raden Guntur dan nyimas Kuning.
S :  baiklah nyi , akang akan mengutarakan keinginan kita kepada Raden Guntur.
Malam harinya sumardi dan titin berniat untuk mengutamakan keinginan mereka untuk tinggal di istana Raden Guntur. Mereka menuju ke air terjun kemudia duduk dibatu besar dan meletakkan sesajen yang mereka bawa.
S : wahai nyimas dan radden penguasa alam gab ditempat ini. Datanglah kepada kami ! ini sesajen seperti yang kalian minta telah kami sediakan secukupnya ! datanglah ! datanglah
R : hai Sumardi ,  kami telah datang memenuhi panggilanmmu
R : benar apa yang dikatakan istrimu , sebaliknya kliabn ikut tinggal di istana kami.
N : ya , kami akan memberikan jabatan dan harta untuk kalian.
S : apa Raden dan Nyimas mendengar percakapan kami tadi siang ?
N : benar Sumardi , kami mendengar semua yang kalian bicarakan .
R : jadi bagaimana keputusan kalian.
S : iya raden kami udah memutuskan untuk tinggal bersama dengan raden dengan nyimas.
N : baiklah jika itu keputusan kalian pegang tangan kami.
Dengan hilangnya sumardi dan titin keluarganya sangat cemas. Akhirnya keluarga sumardi dan titin meminta pertolongan kepada orang pinter.
Keluarga sumardi dan titin menceritakan semua kejadian yang menimpa sumardi dan titin. Sementara itu orang pinter itu memejamkan mata mencoba untuk mengadakan hubungan dengan penghuni di air terjun, tidaklah lama tubuh orang pinter itu bergerak hebat. Selanjutnnya terjadilah dialog antara orang pinter dengan penguasa alam gaib di air terjun itu.
R : ada apa kalian memanggilku ?
OR : kembalikan sumardi dan titin. ! kembalikan anak kami.
Kemudian terdengar suara sumardi dan titin dari jasad orang pinter itu.
S : maaf bu , saya tidak ingin pulang , saya tidak ingin pulang . saya betah disini .
T : benar bu , rakyatnya disini sangat aman dan makmur. Kami berkecukupan disini. Jika ibu ingin seperti kami ikutlah dengan kami bu !
N : kalian dengar , mereka yang menginginkan untuk tinggal bersama kami bukan kami yang memaksa mereka.
R : relakan saja sumardi dan titin , mereka tidak akan pernah kembali bisa kembali kea lam manusia . mulai saat ini sebutlah tempat ini dengan sebutan CURUG PENGATEN  sebagai Tanda pengingat kalian dengan sumardi dan titin dan rawatlah tempat ini akau akan membimbing kalian.
Seketika suara itu mwenghilang. Kemudia orng pintar sadar dari proses meidtasi tersebut.
O : mereka tidak dapat kembali kea lam manusia karena mereka telah memakan makanan dari alam gaib. Sudahlah pasrahkan saja kepada Yang Maha Kuasa , mereka hanya berpesan kepadaku gar sejak saat ini menyebutkan agar sejak saat ini menyebutnya  air terjun itu dengan sebutan CURUG PENGANTEN.
Semenjak itu warga sekitar percaya jika titin dan sumardi diutus untuk merawat air terjun tersebuut yang sekarang sering disebut 
CURUG PENGANTEN PUTRI.

No comments:

Post a Comment